Minggu, 13 September 2015

Budaya Bertanya

Manusia sebagai makhluk pembelajar,  mempunyai dorongan untuk mengetahui apa yang ada di sekitarnya. Pada saat seorang bayi terlahir ke dunia ini, bahkan pada saat mereka ada di dalam kandungan, sudah merekam apa yang ada di sekitarnya. pada saat mereka terlahir ke dunia, seiring perjalanan waktu, mulai belajar berbicara, maka pada saat mereka tidak tahu sesuatu, maka mereka akan bertanya. Ketika seseorang telah berhenti bertanya, maka pada hakekatnya mereka sudah berhenti belajar. Jadi ketika ada anak yang bertanya mengapa saya belajar matematika, ipa, ips, keterampilan, agama, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, di sekolah? maka mereka harus mendapatkan jawaban yang dapat diterima oleh pikirannya.
Bagi seorang guru kemampuan bertanya terhadap murid, bisa menjadi data untuk mengukur, sejauh mana murid memahami materi pelajaran yang akan diajarkan, sehingga tidak harus menyampaikan materi keseluruhan (misal ada 1 - 10 materi) setelah bertanya kepada para siswa, mereka sudah mengetahui 1-7 materi, maka guru tinggal menyampaikan materi yang ke 8-10).
Seorang guru juga harus memberikan pembelajaran yang menantang bagi para siswa, sehingga ada semangat, motivasi yang tinggi untuk mencari lebih tahu materi yang disampaikan. 

Mewujudkan Mimpi

Kejadian kita saat ini adalah bagian dari proses mimpi. Mimpi yang saya maksud adalah keinginan kuat yang menginspirasi sikap dan ucapan seseorang. Tanpa disadari kita sebenarnya sedang mengukir masa depan atau dengan kata lain sedang mewujudkan mimpi dengan apa yang kita lakukan di masa lalu, dan saat ini.  Upaya mewujudkan mimpi seseorang tidak dibatasi oleh usia orang yang bermimpi tersebut. Karena bisa jadi mimpi seseorang terwujud setelah ia tiada. Sebagai contoh, misalkan ada pasangan suami istri yang memiliki 4 putra dan 2 putri, mereka menginginkan anak-anaknya lulus S1 semua, mereka tinggal di kota kecil, dengan penghasilan yang pas-pasan. Sebelum mereka berdua menyaksikan anak-anaknya lulus, mereka telah dipanggil oleh Allah SWT. Namun anak-anaknya tersebut berusaha sekeras mungkin untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan orang tuanya tersebut, sampai akhirnya semua anak-anaknya berhasil meraih gelar sarjana S1, bahkan ada yang melebihi sampai S2.
Contoh lain, Para pahlawan pejuang kemerdekaan menginginkan Indonesia merdeka, terlepas dari penjajahan, dengan mengorbankan harta, benda, bahkan jiwa sekalipun, sampai akhirnya tanggal 17 Agustus 1945 menjadi tonggak sejarah bangsa, di mana kita menjadi negara yang merdeka. Rupanya merdeka saja belum cukup, kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan, maka dari presiden pertama sampai presiden saat ini terus dilakukan upaya untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera rakyatnya, diperhitungkan keberadaannya oleh negara-negara lain di dunia. Hal ini bisa kita lihat dari pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Mari kita isi sisa waktu yang tersedia, untuk mewujudkan  cita-cita besar pendiri bangsa ini. Mari kita jadikan diri kita sebagai bukti sejarah, bahwa kita telah melakukan upaya perbaikan bangsa Indonesia tercinta.

Selasa, 12 Maret 2013

Ular

"ada ular, ada ular, ada ular", ibu Anita salah seorang guru kami berteriak,  lalu saya mendatangi bu Anita dan menanyakan dimana letak ularnya. sambil menunjuk ke arah ular itu yang berada disaluran air, persis depan pintu masuk ruangannya -di sekolah kami- para murid dan guru terbiasa bertemu dengan binatang ini dan kami telah mengajarkan pengenalan satwa yang ada di lingkungan sekolah. rupanya itu adalah anak ular kobra, akhirnya sayapun mencoba mencari ranting untuk memindahkan ular tersebut. karena posisi ular terhalang oleh jeruji besi, maka saya harus menggeser sedikit demi sedikit. dengan susah payah saya terus berusaha menggeser ular tersebut, tetapi sang ular hanya bergeser beberapa cm saja sambil kepalanya berdiri dan mengeluarkan bunyi ssssssss. Dalam hati, saya terus membaca beberapa doa perlindungan, jangan-jangan ini bukan sembarang ular. Tidak lama kemudian muncul teman saya bernama pak Dedi, ia langsung membantu saya menggeser ular tersebut agar keluar.

Alhamdulillah, setelah beberapa saat sang ular akhirnya bisa kami keluarkan, dan saya meminta teman saya untuk memindahkan ular tersebut ke tempat yang agak terbuka dengan menggunakan kayu yang pendek. "ah nggak mau ah, nanti kalau dia langsung menyerang saya gimana," kata pak Dedy. Akhirnya ia membawa bambu yang agak panjang dan ular tersebtu dapat dipindahkan. Tetapi anehnya walaupun sudah dipindahkan sang anak ular tidak mau pergi, ia tetap dalam posisi berdisi sambil terus berdesis. Setelah saya amati dari dekat, ada sesuatu yang menempel di bagian ekornya. saya tekan kepala ular itu dengan ranting, dan saya mencoba melepaskan benda yang menempel tersebut. rupanya ekor sang anak ular terkena double tip yang besar dibagian ekornya sehingga ia tidak bisa bergerak. rupanya di dekat ruangan tersebut ada anak yang senang menggunakan double tip, dan double tip itu terjatuh ke saluran air. ketika sang anak ular lewat, terperangkaplah ia. setelah dobule tipnya dilepas, sang ularpun lari ke semak-semak, dengan bahagianya.

Tadinya kami berfikir sang ular akan mengganggu kami, ternyata kami salah, justru sang anak ular sebenarnya dalam penderitaan ingin melepaskan diri dari lengketnya double tip,  untung kami tidak langsung memukulnya. waspadalah, waspadalah sebelum bertindak.

Senin, 08 Oktober 2012

Kita Satu Team

Kita adalah makhluk individu yang sekaligus makhluk sosial. inilah pelajaran yang didapatkan ketika saya berada di Sekolah Dasar. Sebagai individu kita mempunyai karakteristik yang berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu yang lain, tetapi kitapun mempunyai beberapa kesamaan. Dengan keberagaman inilah, dunia menjadi indah. Dengan latar belakang bangsa, budaya, pendidikan, warna kulit, keturunan, dan cara berfikir yang berbeda menyebabkan kita perlu berfikir bahwa kita adalah satu team. Sehingga kita akan bersinergi dengan berbagai bangsa dan watak manusia yang beragam. Nenek moyang kita sama, yaitu Nabi Adam dan istrinya Hawa, dengan dibesarkan oleh lingkungan, dimana manusia berada, melahirkan karakter, kebiasaan, dan budaya yang berbeda. Mari kita jadikan diri masing-masing pribadi yang dapat bersinergi dengan manusia yang lain, dalam bidang kebaikan.

Komunikasi

Maraknya tawuran antar pelajar, antar mahasiswa, antar kampung, adalah salah satu akibat dari komunikasi yang tidak lancar. Problem komunikasi dapat terjadi dilingkungan keluarga, masyarakat, dan bangsa. budaya komunikasi yang baik ini harus ditanamkan pada generasi saat ini dan generasi penerus bangsa, dari mulai lingkungan rumah, sampai negara. dan yang melatar belakangi terjalinnya komunikasi yang baik adalah saling menghargai. Budaya saling menghargai ini adalah budaya masyarakat maju. Untuk itulah perlu adanya kelapangan dada dalam menghadapi perbedaan, tidak memaksakan kehendak, tetapi berusahalah untuk memahami orang lain.

Berkarya saat ini

Banyak orang yang mengatakan " nanti saya akan . . . . ".  seharusnya "saya sekarang akan melakukan . . . .". Dari kata-kata tersebut akan membuat kita mewujudkan apa yang sudah diucapkan, tentu hal ini didasarkan pada pengetahuan atau ilmu yang kita dapatkan. Setiap orang berpotensi untuk melakukan apa saja yang diinginkan, tetapi akan lebih baik memilih potensi yang terbaik dari apa yang dimiliki. Bukan hanya dari sudut pandang perolehan penghasilan yang akan diterima, tetapi kepuasan diri, manfaat untuk orang lain adalah beberapa pertimbangan yang bisa menjadi keputusan yang diambil oleh seseorang.

Jadi, mari lakukan sekarang juga. Sekarang adalah saat yang tepat.

Belajar harus di kelas?

Belajar bisa dilakukan dimana saja. itulah kalimat yang menjadi tantangan buat saya sebagai praktisi pendidikan di Indonesia. kalau melihat aktivitas orang-orang di negara maju, budaya mencari ilmu, budaya membaca sudah tertanam dengan baik. sementara di Indonesia masih perlu terus ditingkatkan. itulah bahasa yang halusnya untuk memotivasi diri masing-masing insan yang ada di Indonesia. 

di Indonesia belajar identik dengan sekolah, sekolah identik dengan gedung atau bangunan. banyak anak-anak yang berpendapat bahwa belajar itu di sekolah, bahkan di kalangan orang tua pun, masih banyak yang berpikiran sama, belajar itu di sekolah. sehingga setelah selesai sekolah, berhenti belajar. apakah yang berhenti belajar di tingkatan SD, SLTP, SLTA, atau Perguruan Tinggi. 

Padahal zaman terus berubah, teknologi informasi terus berkembang dengan pesat. sementara pola pikir masyarakat tentang pendidikan masih berpegang pada sistem yang dianut di zaman penjajahan. sekolah dibuat bergedung dalam bentuk kelas-kelas. keberadaan internet, membuka era baru dalam dunia pendidikan, bahwa belajar bisa dilakukan dimana saja. informasi yang begitu terbuka, sehingga sumber belajar tidak hanya mengandalkan buku paket, atau keterangan guru. 

Guru dituntut untuk lebih kreatif, dan inovatif, karena pesaing sekolah bukan hanya antar lembaga pendidikan, tetapi dari dunia hiburan, yang lebih menarik. sekolah dituntut untuk bisa menjawab permasalahan di setiap zamannya, jangan sampai sekolah menjadi produk usang yang ditinggalkan zaman.

Insan Kaya Inisiatif Nusantara akan mencoba membuat sekolah, dimana siswa-siswinya belajar tidak harus di dalam kelas, tetapi menggunakan setiap potensi yang ada di masyarakat. Karena sekolah merupakan lembaga pendidikan yang hasilnya akan berkontribusi kepada masyarakat. para siswa harus tahu persis perkembangan masyarakat yang ada di zamannya. jangan sampai mereka frustasi dikemudian hari, manakala pelajaran yang mereka pelajari, sudah tidak aplikatif lagi karena sudah usang.


Jumat, 07 September 2012

memaafkan

Tidak ada manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan, termasuk diri kita, orang tua kita, pasangan hidup kita, teman-teman kita, dan atau orang yang tidak kita kenal. Kalau kita tanya setiap orang pasti memiliki pengalaman yang tidak mengenakkan dalam hidupnya, dan tanpa disadari terkadang, kita menyimpan dalam pikiran, dan sewaktu-waktu ingatan terhadap satu kejadiannmuncul manakala bertemu dengan tempat kejadian, atau orang yang bersangkutan dengan kejadian tersebut. Sehingga rasa sakit hati, dendam, dan benci bisa muncul. seberapa berat, dan seberapa sering kejadian yang tidak mengenakkan itu muncul, tergantung diri kita. Ada orang yang menyimpan dendam berpuluh-puluh tahun, bahkan sampai akhir hayatnya. Sungguh berat beban orang yang menyimpan dendam, atau marah yang berkepanjangan, karena mereka selalu memperbaharui kejadian tersebut manakala ia ceritakan kepada orang lain, atau ia pikirkan dalam pikirannya.
Alangkah meruginya orang yang terus menyimpan dalam hatinya rasa sakit hati, akibat kesalahan yang dilakukan orang lain, atau akibat persangkaan yang keliru dari sikap orang lain.Padahal kehidupan terus berjalan, kita masih harus menghadapi kejadian demi kejadian, yang kita harapkan lebih baik dari masa lalu, dan cukuplah kita jadikan kejadian masa lalu yang tidak mengenakkan itu sebagai pemicu kehidupan kita yang lebih baik. Ingatlah,dengan memaafkan kesalahan orang lain, bahkan kesalahan diri, maka kita bisa lebih lega, lebih leluasa untuk melakukan aktifitas di masa yang akan datang.


Bersyukur kunci kesuksesan

Yang paling pertama harus dimilik oleh manusia, sebagaimanapun kondisinya harus bersyukur dengan apa yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita. karena sebanyak apapun apa yang kita miliki, kalau kita tidak bersyukur maka tidak akan terasa nikmat, dan tidak akan menghasilkan hasil yang barokah (multi manfaat). apabila ingin sukses maka tidak ada jalan lain kecuali harus bersyukur terhadap apa yang dimiliki. bersyukur bukan hanya menyebut Alhamdulillah, tetapi disamping itu ada tindak lanjut berupa memaksimalkan apa yang sudah Allah berikan kepada kita, mulai dari kemampuan tubuh, kemampuan berfikir, relasi, gaya bicara, penampilan, kekayaan, dan masih banyak lagi seabrek potensi yang ada pada setiap manusia, yang memungkinkan untuk dimaksimalkan, apapun bidang profesinya. jadi kalau kita saat ini dalam kondisi kurang, apakah kurang uang, kurang bahagia, kurang percaya diri, berarti kita belum bersyukur. karena orang yang bersyukur itu akan selalu optimis, memandang sesuatu dari sisi yang positif, dan peluang, sehingga benarlah apa yang difirmankan Allah SWT. "Barang siapa yang bersyukur maka akan ditambah nikmat dari Nya."
luangkan waktu kita untuk mensyukuri dari apa yang kita miliki, maka yang menjadi keingingan kita akan tercapai, selama kita konsisten dan istiqomah melakukannya. Secara logika, orang yang bersyukur ia akan lebih sehat, karena lebih sedikit stressnya.

Selasa, 28 Agustus 2012

Pengembangan karakter di SD Tanah Tingal


Pengembangan Karakter 2012 di SD Tanah Tingal
Oleh :
Ikin Ahmad Sodikin, M.Ud, MA

Sudah menjadi cita-cita Sekolah Tanah Tingal untuk membekali pesereta didik dengan penanaman pribadi yang tangguh, memiliki kedisiplinan, kreatifitas, menghargai, bertanggung jawab, berani, mampu bekerjasama serta peduli terhadap lingkungan. Melalui berbagai kegiatan yang ada di sekolah Tanah Tingal, khususnya SD Tanah Tingal, diharapkan akan membangun karakter tangguh tersebut, mulai dari datang tepat waktu, melakukan ikrar, bermain sebelum belajar, upacara bendera, menanam pohon, merawat tanaman, melakukan operasi bersih, kegiatan field trip, kegiatan project, membuat karya, sopan santun kepada guru dan kegiatan pengembangan karakter, semuanya dipersiapkan untuk meningkatkan kemampuan para siswa dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam hidupnya.

Mungkin ada yang menanyakan mengapa para siswa harus melakukan operasi bersih, mengapa tidak office boy saja? Atau mengapa ada program mengumpulkan sampah plastic, kaleng, dan kaca yang dikumpulkan setiap hari senin? Bukankah ini tidak beda dengan kerjaan tukang pengepul rongsokkan?

Memang komentar di atas tidak salah, ditinjau dari sekolah yang ada pada umumnya, tetapi di SD Tanah Tingal yang mengusung berwawasan lingkungan, menjadikan kegiatan sederhana diatas justru sebagai nilai tambahnya, nilai keunikan dari satu sekolah.

Dengan operasi bersih, menanamkan tanggung jawab sosial kepada para siswa, bahwa bisa saja mereka membiarkan sampah berserakan, tapi siapa yang akan menanggung akibatnya? Banyak lalat, bau, tidak enak dipandang mata. Itulah beberapa jawaban yang disampaikan kepada peserta didik, supaya mereka mempunya cara berfikir yang logis, dan praktis. Mereka diajak berfikir bukan hanya untuk dinikmati saat ini, tapi meliputi dampak pengaruh yang ditimbulkan di masa yang akan datang. Apakah operasi bersih ini akan terus dilakukan? Jawabannya adalah terus dilakukan sampai tidak ada lagi sampah yang berserakan di SD Tanah Tingal. Mengapa? Seandainya sudah tidak ada sampah berarti, semua orang di SD Tanah Tingal sudah menjalankan membuang sampah pada tempatnya.

Kegiatan bercocok tanam bagi para siswa SD dengan komoditas berupa sayuran dan tanaman buah adalah salah satu upaya sekolah menanamkan budaya berusaha dan bekerja, kalau mereka mau mendapatkan sesuatu, maka ia harus berusaha terlebih dahulu. Jika tanaman yang dihasilkan ingin tumbuh dengan subur dan menghasilkan hasil yang maksimal, maka perlu ada usaha untuk memupuk, menyiram, membersihkan rumput-rumput.

Pada tahun pembelajaran 2012-2013, tepatnya hari Senin, Selasa, dan Rabu tanggal 3, 4, 5 September 2012, SD Tanah Tingal mengemas kegiatan pengembangan karakter dengan membagi dua kelompok yang ditempatkan di lokasi yang berbeda. Kelas 1-3 melakukan kegiatan di sekolah, dengan menggunakan waktu seperti jam sekolah, sedangkan kelas 4-6 melakukan kegiatan ke curug Sawer, salah satu air terjun yang berada di wilayah Bogor, Jawa Barat. Sebenarnya apa yang hendak dicapai dari kegiatan pengembangan karakter kali ini? Tentu saja tidak terlepas dari tujuan awal yaitu membekali para peserta didik SD Tanah Tingal dengan karakter tangguh yang telah disebutkan diatas melalui media kegiatan di alam.

Mereka akan belajar cara memperhitungkan pakaian, bahan makanan, alat-alat yang harus di bawa. Kalau terlalu banyak akan membebani sendiri dan orang lain, tetapi kalau kekurangan juga akan merugikan diri sendiri. Mereka juga harus mempersiapkan obat-obatan pribadi yang biasa dipakai, dalam hal ini peserta didik harus mengetahui tentang dirinya. Karena lokasinya di kaki gunung, maka para peserta harus membawa jaket, sarung tangan, penutup kepala, syal.  

Yang jelas dalam kegiatan ini, para peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang lain dari biasanya, lepas dari rutinitas keseharian, dan akan banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang didapat. Bapak dan ibu guru telah membuat konsep pembelajaran yang bermakna, dihubungkan dengan kesiapan menghadapi berbagai tantangan hidup. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya yang berlokasi di lingkungan sekolah. Kali ini para peserta didik akan mengaplikasikan pembelajaran sebelumnya, mulai dari pengenalan berbagai jenis tanaman berikut manfaat dari tanaman tersebut,  membina stamina siswa, dimana di lingkungan sekolah mereka terbiasa dengan kegiatan outdoor dan mendapatkan pengalaman baru dari suasana dan kerjasama masing-masing kelompok untuk bisa survive.  

Kegiatan ini adalah kegiatan yang mengembangkan kemandirian, kebersamaan, keberanian, ketangguhan, dan pantang menyerah. Mereka akan mengabadikan momen-momen berharga dengan kamera yang harus dipersiapkan oleh kelompok, maksimal 2 kamera dalam satu kelompok. Buku catatan dan balpoin atau pensil menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi kelengkapan peserta. Karena mereka harus mencatat berbagai kegiatan dan kejadian yang dialami, selanjutnya dari catatan tersebut akan dibuat suatu karya tulis, dengan dilengkapi foto-foto. Hasil karya peserta didik akan dipublish di media online seperti facebook atau twitter, dan dibuat buku, selanjutnya akan dijual berdasarkan pesanan.

Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pengalaman dalam memecahkan persoalan yang dihadapi, serta mengasah kemampuan menulis untuk bisa dipublikasikan.

Sementara untuk siswa kelas 1-3, melakukan kegiatan pengembangan karakter di sekolah. Mereka dipersiapkan untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, kerjasama, dalam lingkup sekolah untuk bisa diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Mereka akan diajak untuk melakukan beberapa permainan yang menstimulus pengembangan karakternya. Penanaman karakter tangguh, perlu ditanamkan sejak dini, dengan disesuaikan perkembangan usianya, dengan cara pendekatan bermain.

Saya sangat bangga dengan guru-guru SD Tanah Tingal yang telah membuatkan konsep kegiatan pengembangan karakter yang berbeda, terimakasih atas dedikasi yang dicurahkan untuk mensukseskan kegiatan ini.

Bagi seluruh siswa-siswi SD Tanah Tingal, selamat mengikuti kegiatan Pengembangan karakter tahun 2012, semoga Allah SWT memberkahi kegiatan ini dan melindungi kita dari segala hal yang tidak kita inginkan.

Minggu, 26 Agustus 2012

Latihan Menulis

" bang beli koran republika, media indonesia, dan kompas", kata saya kepada penjual koran di jalan Aria Putra Ciputat dekat dengan pom bensin. hari itu adalah hari Minggu, kebetulan masih ada waktu untuk menelaah gaya bahasa dari ketiga koran yang saya anggap bagus. Saya membaca gaya bahasa penulisan dari ketiga koran tersebut, lalu saya membuat tulisan dengan tema yang paling mudah untuk dibuat tulisan. dimulai dengan menemukan tema, membuat kerangkanya, dan mulai menulis dengan sesekali dibaca ulang, lalu kalau dirasa masih belum enak dibaca, atau ada kalimat yang janggal, maka diperbaharui. sampai akhirnya kita anggap tulisan kita sudah pas, lalu kita publish.

Mudah-mudahan diberi kekuatan untuk konsisten dalam menulis, karena dengan menulis, ide dan gagasan kita bisa diketahui orang lain.

memaafkan

"Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin", itulah kata-kata yang terlontar dalam pertemuan saat Hari Raya Idul Fitri atau atau yang tertulis dalam sms, manakala tidak dapat bertemu. Budaya ini adalah budaya yang bagus, yang harus dilestarikan. Manusia yang terlahir dalam keadaan suci, dan dalam perjalanan hidupnya tidak pernah terlepas dari salah dan dosa, untuk itu perlu ada cara untuk mensucikan diri manusia, supaya dapat kembali bersih. Allah SWT telah berfirman, innallaha yuhibbu tawwabiina wayuhibbul mutathohhirin. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertaubat dan mensucikan diri.

Keberanian untuk mengungkapkan permohonan maaf adalah usaha yang besar, karena masih ada orang yang gengsi untuk meminta maaf kepada orang lain, disebabkan merasa diri benar, dan ketika ada orang yang meminta maaf, masih ada orang yang belum siap memaafkan kesalahan orang lain karena kejadian yang telah menimpa dirinya masih terasa sampai saat ini.

Salah satu sifat yang dimilki oleh orang-orang yang sukses adalah memiliki sifat pemaaf. Mereka akan sibuk terus memperbaiki diri dan mencapai apa yang dicita-citakan atau apa yang ditargetkan daripada sibuk mengurusi orang-orang yang tidak sependapat atau orang yang mencoba menjelek-jelekkannya. Orang yang pemaaf adalah orang yang mempunyai energi lebih, bahkan meluber energinya, sehingga tidak ada bagian dalam dirinya untuk dendam kepada orang lain.Orang yang pemaaf akan mencari seribu alasan untuk berprasangka baik kepada setiap orang. semoga kita diberi karunia untuk bisa meminta maaf dan memaafkan kesalahan diri dan orang lain.

Jumat, 28 Agustus 2009

Mengatasi masalah

Hari Sabtu ini, sangat membahagiakanku. Ah memang setiap hari itu selalu berisi kebahagiaan yang disajikan oleh Allah SWT kepada setiap makhluknya, sehingga tidak mungkin bagiku untuk menutup mata setiap curahan nikmat yang begitu melimpah. Kebetulan aku disuruh menyampaikan guyuran ruhani kepada siswa-siswi SMP Paramarta, yang berlokasi di Jombang-Ciputat. Setelah dipersilakan untuk memberikan materi, aku menyapa para siswa yang duduk dilantai lapangan basket. "Selamat pagi semua", kataku, "selamat pagi", jawab mereka. Aku lanjutkan dengan pertanyaan. "apakabar hari ini", mereka menjawab "baik".
Aku ajak mereka untuk melengkapi, "baik", semoga sukses, yes". Aku mengulang lagi penyapaan kepada mereka dan mereka menjadi lebih bersemangat.
Semangat yang aku miliki rupanya telah menular kepada sebagian siswa-siswi. Materi yang aku bawakan adalah "Mengatasi Masalah". Ketika aku tanya kepada mereka, "siapakah yang memiliki masalah?" semua mengangkat tangan. Oh rupanya setiap orang mempunyai masalah, saya memberikan spirit kepada mereka bahwa kita perlu mengetahui cara menyelesaikan masalah. Makanya aku sampaikan bahwa akan sangat rugi jika tidak mendengarkan. Alhamdulillah, mereka dapat konsentrasi mendengarkanku berceloteh di depan.
Ada kunci-kunci penyelesaian masalah menurut versi Ikin Ahmad Sodikin, diantaranya adalah
1. Tanyakan apa masalahnya? melalui bertanya kita akan mengetahui, apakah masalah itu benar-benar masalah atau bukan. Apabila sudah diketahui masalahnya, kita harus bersyukur, karena setengah dari masalah itu sudah selesai, tinggal kita mencari solusinya. Yang menjadi masalah besar adalah, manakala kita tidak mengetahui masalah yang sedang kita hadapi, yang jelas membuat pusing kepala saja.
2. Jangan takut masalah, memang benar bahwa dalam hidup itu penuh masalah, karena tidak pernah ada hidup yang selalu sesuai dengan keinginan kita. Jangan merasa bahwa kita saja yang punya masalah, orang yang normal akan menghadi masalah. "Pernah ada teman yang menyampaikan bahwa betapa enaknya ketika kita lahir dari keluarga yang berada, semua keinginan dimasa remaja dan tua sesuai dengan yang diinginka". lalu salah seorang temannya mengomentari "kayaknya di sinetron aja tidak ada deh". Lucu juga komentarnya, tapi memang begitu adanya.
3. Cari teman/lingkungan yang tepat. Saya peragakan di depan para siswa, dua handphone saya genggam, lalu yang satu dihubungi oleh yang satunya, langsung keterima dan berbunyi, tandanya ada hubungan. lalu saya bertanya kepada mereka, mengapa bisa terhubung, salah seorang murid menunjuk tangan dan menjawan "karena ada sinyal pak". "bagus jawabku", diantara kedua handphone itu ada gelombang. sehingga tidak jarang ketika kita memiliki masalah dengan seseorang ketika kita bertemu dan berdekatan, ada perasaan yang tidak nyaman". sehingga ketika kita berteman dengan orang yang suka mengeluh, maka akan menjadi pengeluh, demikian sebaliknya apabila bersatu dengan orang-orang yang optimis, maka kita akan terbawa optimis
4. Cari ahlinya, yakinlah bahwa apa yang kita cita-citakan, banyak orang sebelum kita yang memiliki cita-cita yang sama, maka dekatilah mereka dan cari informasi atau pengalamannya dalam mencapai cita-citanya tersebut.
5. Pendekatan kepada Tuhan. Sebaik apapun kita, sekuat apapun kita, secerdas apapun kita, sekaya apapun kita, tanpa memohon kepada Tuhan, akan cape, gelisah, dan putus asa.
itulah 5 kiat, yang coba aku gali untuk menjadi jawaban terhadap berbagai masalah. semoga bermanfaat.

Jumat, 21 Agustus 2009

Hikmah Berteman

Setiap orang pasti memiliki teman dan membutuhkan teman, bagaimanakah rasanya apabila kita memiliki teman dan sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba bertemu? Pasti setiap orang memiliki kesan yang beragam tetapi ada satu perasaan yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata tapi dapat dirasakan di dalam hati. Manusia sebagai makhluk sosial akan secara alamiah membentuk komunitas yang sesuai dengan dirinya. Kita melihat berbagai komunitas, apakah dilatarbelakangi oleh profesi, kesenangan, kebutuhan dll.
Semakin banyak teman yang kita miliki, maka semakin hidup ini menjadi lebih mudah. Betapa pentingnya kita memiliki teman atau relasi, sehingga kita harus berbuat baik kepada siapapun. dan kita mempunyai tugas untuk terus memperbanyak teman setiap saat. Sudahakah kita menambah teman hari ini?

Senin, 02 Februari 2009

Memaklumi kekurangan orang lain

Tanpa kita sadari kita sering mengomentari atau membicarakan kekurangan orang lain. Padahal kita juga sama, kita adalah orang-orang yang tidak sempurna, disamping kita memiliki kelebihan, tapi kita pasti meimiliki kekurangan. Sudah menjadi keharusan antar orang-orang yang memiliki kekurangan untuk saling menghargai.

Yang paling penting kita tidak usah mempermasalahkan kekurangan orang lain, tapi bagaimana kita mencari jalan keluar dari kekurangan orang lain. Seorang kakak, ketika adiknya melakukan kesalahan, sering marah, seorang guru melihat kesalahan muridnya, marah. seorang direktur melihat kesalahan managernya, marah.

mari kita maklumi orang yang melakukan kesalahan karena kita juga sama, dan cari caranya supaya kesalahan itu terselesaikan.

Sabtu, 20 Desember 2008

Syukur dan Sabar Kunci Kebahagiaan

Jurus yang paling ampuh dalam menghadapi kehidupan ini adalah syukur dan sabar. Dengan dua resep ini dijamin kita semua akan berbahagia, yakin seratus persen. Bayangkan manakala kita dalam kesulitan, lalu kita sabar maka sebenarnya kita mendapat pahala dari Allah SWT. Ketika kesuksesan datang lalu kita bersyukur, maka kitapun mendapat pahala. Jadi kedua keadaan tersebut benar-benar menguntungkan. Jadi tidak ada kesalahan sedikitpun dengan adanya kesulitan dan kemudahan dalam hidup, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita mensikapinya dengan berpedoman kepada dua hal tersebut.
Pernahkan kita melihat orang yang banyak masalah, tetapi dengan disikapi dengan benar, maka orang tersebut dapat menyelesaikan masalah satu persatu. Orang yang telah mengamalkan syukur dan sabar, akan mensikapi segala kejadian dengan penuh bijaksana. Ketika ia sukses, ia tidak akan sombong dan ketika menghadapi masalah atau kegagalan ia tidak akan frustasi. Orang yang telah terbiasa dengan jurus ini juga akan sangat bersemangat dalam melakukan usaha, apakah ia seorang pelajar, pegawai, pengusaha, dan apapun statusnya. Karena ia tahu bahwa usaha adalah bagian dari ibadah. Ia pun tidak takut gagal, karena bisa jadi dengan kegagalan itu ia akan semakin cepat memperoleh keberhasilan. Ada resep yang cukup ampuh dari pelatihan yang pernah saya ikuti yang disampaikan oleh Bapak Aris Ahmad Jaya untuk mensikapi masalah, beliau berkata, katakanlah "Wahai masalah, Allah ku Maha besar". Jadi kita akan selalu memandang masalah itu lebih kecil dari Maha Besarnya Allah. Mudah-mudahan kita semua dapat mendapatkan kunci kebahagiaan dalam hidup ini. aamiin

Kamis, 11 Desember 2008

Kita Paling Beruntung

Dalam kehidupan manusia selalu ada kesenangan dan kesusahan. Dua keadaan ini tidak dapat kita hindari dalam hidup, apakah seorang presiden, mentri, gubernur, bupati, pengusaha, bahkan pemulung sekalipun, pasti akan mengalaminya. Jadi dalam hidup ini tidak ada yang aneh, selalu terjadi pergantian, seperti halnya siang dan malam. Ketika terjadi siang apakah ada orang yang bahagia? tentu saja banyak, apakah ada orang yang bahagia ketika malam? tentu saja banyak, dan ada juga orang yang senang ketika siang dan malam terjadi, dan demikian pula sebaliknya.
Kalau kita sekarang lagi tidak punya uang, apakah ada orang yang senang? tentu banyak, meskipun banyak pula yang tersiksa karenanya.
Kondisi yang kita hadapi sekarang pasti pernah pula dialami oleh orang lain, walaupun mungkin tidak persis sama, yang harus menjadi perhatian kita adalah bagaimana sikap kita ketika menghadapinya. Itulah yang menjadi pilihan kita, bisa senang dan bisa juga menderita.
Bagi seorang yang bersabar ketika ada kesulitan, pasti Allah SWT tidak akan menyianyiakan pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang yang bersangkutan. Artinya, pahala kesabaran akan ia peroleh. Patut juga kita membaca para tokoh sejarah yang berprestasi, justru disebabkan kesulitan yang dihadapinya. Sedangkan apabila kita mendapat keberhasilan atau kesenangan, lalu kita bersyukur, itupun akan menjadi catatan atau prestasi tersendiri disisi Yang Maha Kuasa. Jadi apakah yang harus kita permasalahkan sekarang? karena kedua kondisi susah dan senang kedua-duanya menyimpan peluang untuk menjadi nilai yang baik disisi Allah SWT.
Untuk itu, berbahagialah orang yang telah mendapat karunia sabar dan syukur dalam hidupnya, karena ia akan selalu menjadi orang yang paling beruntung dan paling sukses.

Senin, 01 Desember 2008

Menghargai orang lain

Setiap orang yang ada di dunia ini tidak dapat hidup sendiri, artinya setiap orang membutuhkan orang lain. Mari kita perhatikan dari makanan yang dimakan setiap hari, membutuhkan rantai distribusi makanan yang sangatlah panjang sehingga sampai dihadapan kita menjadi sebuah hidangan yang lezat. Sangat tidak bijak rasanya apabila kita merendahkan para pekerja kuli pikul yang mengangkat berkarung-karung beras ke atas truk. Atau mari kita perhatikan baju yang kita pakai, juga melibatkan begitu banyak orang, sehingga kita dapat menggunakan pakaian dan dihargai orang lain. Begitu eratnya pertautan satu orang dengan orang lain, sehingga kita diharuskan untuk menghargai sesama manusia. Maka bagaimana mungkin kita merasa diri paling hebat, paling kaya, paling cerdas, paling berpengalaman dan seterusnya, padahal kita tidak bisa melakukan seluruh aspek kehidupan kita sendiri. Mari kita tanamkan budaya menghargai kepada orang lain pada diri kita, dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi tidak ada yang hina dalam melakukan pekerjaan yang baik. Jadi, jangan malu dan jangan ragu, hargailah orang lain dimanapun kita berada.

Rabu, 18 Juni 2008

Hidup adalah Mengatasi Masalah








Ketika saya melintasi jalan dari rumah menuju tempat kerja, saya sempat memperhatikan dari hari ke hari kelihatannya jumlah orang gila di tepi jalan semakin meningkat. Tanpa disadari saya mengamati perubahan dari orang gila di hari pertama, yang menggunakan pakaian yang cukup bersih, dan di hari-hari berikutnya, pakaian mereka semakin kotor, dan berakhir dengan terbukanya beberapa bagian tubuh,karena tidak adanya penutup tubuh yang utuh.
Sejenak saya termenung, mungkinkah akibat krisis ekonomi yang semakin berat, BBM yang terus melambung, artinya biaya hidup yang semakin tinggi, sedangkan kemampuan ekonomi yang menurun? atau ada hal lain yang menyebabkan seseorang mencapai kondisi seperti itu? Misalnya karena putus cinta, ditinggal oleh pasangan hidup, ditinggal oleh anak yang dicintai, dll.Saya mempunyai perkiraan bahwa orang yang sudah mencapai klimaks permasalahan hidupnya dan tidak mampu disikapi secara positif oleh pikiran akan berakhir tragis, stress, gila, atau bahkan mengakhiri hidup.Kalau kita sikapi secara bijaksana, tidak ada manusia yang sehat akal pikirannya, yangtidak memiliki masalah. Kalau kita tanya setiap orang, pasti memiliki masalah. Apakahmasalah besar, sedang, atau kecil. Sebenarnya, masalah besar, sedang atau kecil, itu tergantung bagaimana pikiran kita mensikapi masalah tersebut. Tidak jarang orang yang diterpa banyak masalah, ia mampu melesat prestasinya, dan masalah adalah tangga untuk mencapai keberhasilan bagi dirinya. Tetapi, sering kita melihat orang yang cepat menyerah, mengeluh, dan putus asa, padahal kalau kita melihat masalah yang dihadapi tidaklah berat.Jadi kalau kita sudah mempersiapkan bahwa hidup itu mengatasi masalah, maka kita tidak akan kalah oleh masalah. Tapi kita akan menjadi lebih baik dengan adanya masalah yang kita hadapi. Jadi, BBM naik, ditolak pacar, putus ikatan suami istri, ditinggal anakyang dicintai, nganggur, jomblo, dan masih banyak segudang masalah harus kitahadapi dengan tenang. Bukankah kalau kita akan naik kelas, justru kita cari masalah, dengan mengikuti ujian. Orang yang tidak mau ikut ujian, sudah pasti tidak akanlulus. Tapi yang ikut ujian ada kemungkinan tidak lulus, ada kemungkinan berhasil. Tapi kalau kita sikapi kembali makna tidak lulus, itu hanya ada apabila kita menghentikan usaha. Selama kita berusaha, maka kita belum bisa mengatakan kita tidak lulus. Tentu kepastian itu akan tiba manakala akhir hayat kita. ketika nafas terakhir berada dikerongkongan, alias sakaratul maut. Artinya kita belum bisa menyebutkan hari ini kita gagal.Selamat menjalani hidup dengan penuh optimis dan harapan yang besar.

Selasa, 25 Maret 2008

Belajar dari Fungsi Kaca Mata


Apabila kita melintasi jalan raya, maka kita akan menemukan beberapa penjual kaca mata dengan menawarkan variasi bentuk dan harga. Dimulai dari harga Rp 4 ribu rupiah sampai 15 ribu rupiah. Dengan sejumlah uang tesebut kita dapat melindungi mata kita dari debu atau kotoran serta dapat sedikit merubah penampilan.

Melihat fungsi kaca mata yang dapat dijadikan sebagai pelindung mata dan sekaligus merubah penampilan, saya berfikir bahwa setiap orang tergantung dari kaca mata apa yang dipakainya. Misalnya ada sekelompok orang menemukan permasalahan yang hampir sama, tetapi berdampak pada sikap dan tindakan yang berbeda serta pola fikir yang berbeda pula.
Apabila kita melihat suatu benda dengan kaca mata hitam, maka nuansanya akan menjadi lebih gelap dari yang sebenarnya, atau kalau kita ingin melihat benda lebih besar, maka kita dapat menggunakan kaca mata plus.

Melihat keadaan bangsa ini yang tengah dilanda multi krisis, ada yang menggunakan kaca mata pesimis dan putus asa, ada yang menggunakan kaca mata tidak peduli, tapi tidak sedikit yang menggunakan kaca mata optimis, bahwa permasalahan yang dihadapi sekarang semacam Kawah Candradimuka untuk mempersiapkan diri kita untuk berhasil di masa yang akan datang. Sehingga kita masih melihat beberapa kalangan yang terus berprestasi baik dalam bidang usaha, olah raga, pendidikan dll.

Untuk itu marilah kita menggunakan kaca mata yang proporsional untuk mensikapi kehidupan ini sehingga berdampak positif kepada diri kita dan masyarakat sekitar.

Mengenai Saya

Foto saya
Senang dengan hal-hal baru dan memadukan sesuatu menjadi baru